PENGOKOHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Sistem pembelajaran di SMPIT NURUL ISLAM KREMBUNG-SIDOARJO mengembangkan tiga orientasi, yaitu orientasi keislaman, orientasi kebangsaan, dan orientasi global. (1) Orientasi keislaman dikembangkan sebagai suatu ikhtiar mengeksplor dan menumbuhkan potensi fitrah kebaikan peserta didik agar bisa berkembang optimal. Potensi fitrah ini dikembangkan dengan cara memberikan pemahaman tentang tiga pemahaman pokok dalam islam, yaitu ma'rifatullah, ma'rifatul Rasul, dan ma'rifatul Islam. Dengan tiga pemahaman pokok agama Islam tersebut diharapkan bisa menjadi modal dasar bagi peserta didik untuk memahami dan mengamalkan Islam lebih komprehensif, menyeluruh. Pemahaman dan pengamalan yang komprehensif ini secara evolutif akan membentuk daya imunitas (daya tahan) terhadap hal-hal yang bersifat destruktif bahkan bisa mengembangkan sikap ofensif dalam arti mengembangkan dan menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan pada masyarakat di sekitarnya; (2) Orientasi kebangsaan dikembangkan sebagai ikhtiar untuk menumbuhkan cintanya peserta didik kepada tanah air yang dimanifestasikan dalam bentuk usaha terus rajin belajar dan berprestasi, untuk membangun martabat bangsa. Karena bangsa dan negara ini membutuhkan hadirnya generasi cerdas dan berbudi yang akan menjadi solusi dalam mengelola sumber daya Indonesia yang kaya ini untuk digunakan sebesar-besarnya bagi martabat , kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. (3) Orientasi Global dikembangkan untuk mengantarkan para peserta didik agar menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari warga dunia internasional . Kesadaran sebagai warga dunia ini penting bagi peserta didik karena era globalisasi ini telah membuat jarak antar bangsa ini menjadi lebih dekat bahkan sangat dekat, bahkan informasi dan seluruh aktivitas masyarakat dunia bisa berada dalam genggamannya yaitu pada telpon genggamnya.

Pengokohan sistem pembelajaran yang berorientasi global di SMPIT NURUL ISLAM ini terus dilakukan secara sistematis dan sistemik. Pengokohan ini antara lain dengan menambah jam pelajaran bahasa Inggris menjadi 18 jam pelajaran per minggu. Ini berarti rata-rata peserta didik bisa mendapatkan 3 jam pelajaran per harinya. Jika satu jam pelajaran ini ekivalen dengan 40 menit, berarti setiap hari para peserta didik SMPIT NURUL ISLAM memiliki 120 menit atau 2 jam untuk melatih dan mengasah ketrampilannya dalam berbahasa Inggris.

Proses pembelajaranpun lebih ditekankan pada praktik ketrampilan berbahasa Inggris , yaitu sebanyak 90% dari waktu yang disediakan dan 10% untuk membahas pengetahuan bahasa Inggris. Pembagian porsi ini insya Allah akan mempertajam ketrampilan berbahasa Inggris para peserta didik, apalagi mereka didampingi dengan dua orang guru Bahasa Inggris, yaitu Ust. Asirul Haqqi dan Ustdzah Ririn Setyaningrum. Bravo SMPIT NURUL ISLAM !

Dengan sistem pembelajaran seperti ini insya Allah trampil berbahasa Inggris dan menuju masyarakat global bagi para peserta didik SMPIT NURUL ISLAM adalah suatu hal yang niscaya. Sehingga peserta didik SMPIT NURUL ISLAM tidak perlu lagi les bahasa Inggris untuk trampil berbahasa Inggris, karena bekal dari sekolah sudah sangat cukup. Ketrampilan berbahasa Inggris ini sekaligus sebagai alat dan sarana dasar untuk mempermudah dalam memahami ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi mereka juga terus diajak mengasah ketrampilan belajarnya dalam memanfaatkan ICT sebagai sarana dan sumber belajar. Kedepan para peserta didik SMPIT NURUL ISLAM akan menjadi Pembelajar handal ! Semoga !

0 komentar:

Poskan Komentar